Produk Domestik Bruto
Produk Domesti Bruto (PDB) memiliki banyak pengertian dari
para ahli. Menurut Prasetyo (2011:28), pengertian PDB adalah seluruh barang dan
jasa yang dihasilkan/diproduksi oleh seluruh warga masyarakat pada suatu
wilayah negara yang bersangkutan (termasuk produksi warga negara asing di
negara tersebut) dalam periode tertentu biasanya dalam satu tahun. Menurut
Herlambang dkk (2001:22), Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik
Bruto/ PDB adalah total pendapatan yang dihasilkan didalam suatu negara,
termasuk pendapatan orang asing yang bekerja di dalam suatu negara. PDB
mengukur nilai barang dan jasa yang di produksi di suatu wilayah negara
(domestik) tanpa membedakan kewarganegaraan pada suatu periode tertentu.
Menurut Mankiw (2007:17), pengertian PDB adalah jumlah produk barang dan jasa
yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun. Produk Domestik Bruto mengukur
nilai total barang dan jasa suatu negara tanpa membedakan kewarganegaraan.
Produk Domestik Bruto mempunyai beberapa fungsi.
Pertama, Produk
Domestik Bruto (PDB) dihitung berdasarkan total nilai tambah (value
added) yang dihasilkan seluruh kegiatan produksi. Dalam hal ini, pertumbuhan PDB menunjukkan
adanya peningkatan balas jasa terhadap faktor produksi. Kedua, Produk Domestik
Bruto (PDB) dihitung dengan konsep siklus aliran (circulair flow concept). Maksudnya
adalah, perhitungan PDB mencakup jumlah nilai produk yang dihasilkan dalam
periode tertentu (umumnya satu tahun) dan tidak mencankup perhitungan pada
periode sebelumnya. Batas wilayah perhitungan PDB adalah satu Negara
(perekonomian domestik).
Hal ini memungkinkan untuk mengukur efektivitas suatu kebijakan ekonomi yang
diterapkan oleh pemerintah dalam upaya mendorong aktivitas perekonomian
domestik.
PDB juga
memiliki beberapa pendekatan, pendekatan
produksi, pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Pertama pendekatan
Produksi Pada pendeketan produksi PDB dan PDRB, unit-unit produksi dalam
penyajian ini dikelompokkan dalam 9 lapangan usaha (sektor), yaitu: (1)
pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, (2) pertambangan dan
penggalian, (3) industri pengolahan, (4) listrik, gas dan air bersih, (5)
konstruksi, (6) perdagangan, hotel dan restoran, (7) pengangkutan dan
komunikasi, (8) keuangan, real estate dan jasa perusah–aan, (9) jasa-jasa
(termasuk jasa pemerintah). Kedua, Pendekatan pengeluaran yang dibagi beberapa sektor, (1) Pengeluaran konsumsi
rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba, (2) konsumsi pemerintah, (3)
pembentukan modal tetap domestik bruto, (4) perubahan inventori dan (5) ekspor
neto (merupakan ekspor dikurangi impor). Ketiga, pendekatan pendapatan, pada
pendekatan ini, PDB dan PDRB merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh
faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara
atau daerah dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).
No comments:
Post a Comment